Iptu Fion Joni Hayes: Menjadikan Masyarakat Pasaman Agar Tertib Berlalu Lintas

INDONESIASATU.CO.ID:

PASAMAN - Jajaran Lantas Polres Pasaman mencatat telah menilang 152 kendaraan dan memberi 27 teguran kepada pengendara karena melakukan pelanggaran pada Operasi Zebra yang telah digelar mulai tanggak 1 hingga 14 November kemarin.

"Para pengendara itu melakukan berbagai pelanggaran tapi yang dominan tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM)," kata Kasat Lantas Polres Pasaman Iptu Fion Joni Hayes.

Selain pelanggaran SIM, pengendara tidak memiliki dokumen kendaraan lainnya seperti STNK, tidak memakai helm saat melintas di jalan raya.

Puluhan personel telah dikerahkan di beberapa titik strategis untuk melakukan Operasi Zebra mulai tanggal 1-14 2017 kemarin . Seperti di pintu masuk Kota Lubuk Sikaping arah Bukittinggi dan juga arah Panti, kemudian Bonjol, Panti, Rao, dan Tigo Nagari yang dianggap rawan kecelakaan.

Dikatakan Fion dibandingkan dengan pelanggaran yang ditemukan pada tahun 2016 lalu, boleh dikatakan pada tahun 2017 menurun dimana pada tahun 2016 pihaknya berhasil menjaring 292 pengendara yang melanggar lalu lintas. Namun pada tahun ini hanya 152 kasus.

"Benar, untuk tahun ini cukup dikatakan menurun, tapi menurun karena faktor cuaca, artinya sering hujan berkepanjangan dan secara tidak langsung menganggu rencana operasi yang dijadwalkan petugas," katanya.

Diungkapkannya selama menggelar Operasi Zebra 2017, terjadi lima kasus kecelakaan lalu lintas di Pasaman, dua korban diantaranya meninggal dunia, tujuh luka ringan dan kerugian materil mencapai Rp950 ribu.

Tujuan digelarnya Operasi Zebra tersebut kata Fion untuk menjadikan masyarakat Pasaman agar tertib berlalu lintas, dan operasi ini juga bertujuan mengurangi penyebab kecelakaan lalu lintas.

Sebelumnya kata Kasat Lantas untuk mengurangi terjadinya kecelakaan lalu lintas Lantas Pasaman dibawah Komando Kapolres Pasaman telah memasang spanduk-spanduk imbauan di beberapa titik strategis dan juga yang dianggap rawan lalu lintas, tujuan dari itu kata Fion untuk berhati-hati menggunakan kendaraan dengan bahasa Minang, dan selain itu pihaknya juga rutin turun langsung kesekolah-sekolah untuk memberikan sosialisasi dan pemahaman kepada pengendara tentang tata tertib berlalu lintas.

"Karena korban laka lantas di Pasaman merupakan pelajar, itupun karena tidak mematuhi lalu lintas," katanya.

Ia juga menghimbau kepada para orang tua agar terus mengawasi dan memantau anak-anaknya khususnya para remaja dan pelajar, jangan berikan kendaraan kepadanya karena rawan terjadi kecelakaan. Disamping itu ia juga berharap kepada para pelajar yang membawa kendaraan ke sekolahnya agar mematuhi rambu-rambu berlalu lintas.

Disamping itu ia juga menindak tegas para pelajar yang melakukan ugal-ugalan saat membawa kendaraan, dan juga memakai kanalpot resing.(Anto)

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita