Lagi, Kepala Puskesmas Cubadak Terindikasi Lalaikan Pasien

INDONESIASATU.CO.ID:

PASAMAN --- Kepala Puskesmas Cubadak, dr. Adi Kusuma Tarigan kembali terindikasi melalaikan pasien Balita warga Kampung Payabaringin, Nagari Cubadak, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, hingga akhirnya meninggal dunia. 

Hal ini berdasarkan keluhan yang disampaikan keluarga pasien Masta Juri (58) kepada Sabtu (24/02/2018).

"Hari Kamis (22/02) lahir seorang Bayi yang merupakan cucu kami. Karena kondisi bayi yang butuh penanganan medis, langsung kami bawa ke Puskesmas Cubadak sekitar Pukul 15.15 WIB, dengan harapan langsung mendapat perawatan dokter. Namun harapan itu ternyata sirna, karena Bapak dr.Tarigan tidak berada di Puskesmas tersebut. Berkali kali secara bergantian antara pegawai puskesmas dengan Mastajuri menghubungi dr.Tarigan melalui telepon seluler. Hubungan terkoneksi, tetapi tidak diangkatnya," terang Masta Juri.

Lebih lanjut kata Masta Juri, Bayi tersebut baru ditangani Kapus Cubadak dr. Tarigan setelah terkapar hampir sekitar empat jam di Puskesmas tersebut.

"Sekitar Pukul 08.00 WIB, barulah dr.Tarigan datang dan melihat kondisi bayi tersebut. Namun ia langsung merujuk Bayi itu ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuksikaping. Tapi apa hendak dikata, sekitar Pukul 01.00 WIB hari Jum'at (23/02) Bayi itu tutup usia,"ungkapnya dengan nada sedih.

Dari peristiwa tersebut, Masta Juri selaku keluarga pasien sekaligus sebagai Tokoh Niniak Mamak masyarakat setempat mengaku sangat kecewa atas lambannya pelayanan di Puskesmas Cubadak tersebut.

"Saya sebagai keluarga pasien juga Niniak Mamak Simpang Kalam, Cubadak Dua Koto, Saya sangat kecewa atas kelalaian pelayanan medis di Puskesmas Cubadak saat ini. Padahal rumah saya tidak jauh dari Puskesmas tersebut, kenyataannya beginilah pelayanannya. Saya juga tidak ada bermaksud lain, tetapi hendaknya Bupati Pasaman Yusuf Lubis benar-benar menempatkan orang-orang yang memiliki hati saja ditempatkan disini. Kalau seperti ini, jelas pimpinannya tidak punya hati. Nyawa seseorang seolah-olah tidak begitu dia hargai. Kemudian saya juga takut peristiwa serupa akan dialami oleh pasien lainnya. Apalagi kami hanya masyarakat miskin yang tidak punya apa-apa, dan hanya bisa mengadukan nasib kami kepada Pemerintah daerah,"tambahnya.

Sementara itu, Kapus Cubadak dr.Tarigan ketika dikonfirmasi tak kunjung mengangkat telepon. Hal ini juga memang sudah rahasia umum dialami oleh masyarakat setempat tentang kurang tanggapnya dr.Tarigan terhadap pasien.(Anto)

Index Berita