Pembenaran dari Korban Dugaan Keracunan Makanan di Pasaman

INDONESIASATU.CO.ID:

PASAMAN --- Bertambahnya menjadi 11 orang korban dugaan keracunan peserta Diklat Prajabatan Golongan II dan III yang merupakan CPNS Pemkab Pasaman, Saat ini semuanya masih mendapatkan perawatan medis di RSUD Lubuk Sikaping Pasaman, Kamis 12 April 2018. 

Salah satu diantara sebelah orang yang mengalami dugaan keracunan makanan yakni Indra Mahyeldi (36) sempat mengalami muntah dan BAB lebih tujuh kali setelah makan pecel lele, Rabu 11 April 2018 malam di Hotel Hamko Lubuk Sikaping-Pasaman.

Indra Mahyeldi mengatakan kepada IndonesiaSatu.ci.id, makan pecel lele yang disediakan oleh panitia Diklat Prajabatan Golongan II dan III sekitar pukul 19.00 WIB di tempat acara bersama 39 orang temannya. Kemudian, dia merasa sakit perut pada Kamis 12 April 2018 sekitar pukul 2.00 WIB.

"Saya menduga hanya masuk angin biada waktu BAB, ternyata tidak, saya diare," sebutnya waktu dirawat IGD RSUD Lubuk Sikaping.

Namun, dia terus merasakan sakit perut dan pusing serta mual hingga pukul 05.00 WIB. Bahkan, muntah dan BAB lagi sebanyak lima kali mulai dari pukul 02.00 WIB hingga pukul 7.00 WIB pagi. "Karena tidak tahan lagi saya lapor panitia dan dibawa ke rumah sakit untuk pertolongan medis," ujarnya.

Ternyata, di IGD rekan-rekannya yang ikut Diklat juga merasakan hal yang sama. Saat ini, dia bersama sebelas orang lainnya masih mendapatkan pertolongan medis dari rumah sakit.

"Rasa pecel lele yang saya makan lumayan enak dan biasa saja. Tapi, ada juga teman yang mengatakan terasa pedas dan bersisa makanannya," sebut Indra.

Dari data yang dihimpun journakist.id di rumah sakit, 11 orang yang diduga korban keracunan ini adalah Fitri (29), Rani Susanti (30), Indra Mayeldi (36), Vika Maharani (27), Metra (28), Mutia Havizah (30). Kemudian Vivin marlen (27), Syafdina Yesi (36), ummi (30), Sri Sudarti (31) dan Sri Mariah (29).(#)

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita