Tingkatkan Kompetensi Bundo Kanduang dalam Menerapkan Budaya Adat

INDONESIASATU.CO.ID:

PASAMAN -- Pemerintah Kabupaten Pasaman perlu memberikan pembekalan dalam wawasan dan kompetensi tentang Adat Basandi Syara’-Syara’ Basandi Kitabullah bagi Bundo Kanduang di daerah itu.

Guna meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kompetensi Bundo Kanduang dalam menerapkan Adat, maka Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pasaman melaksanakan kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) penguatan nilai-nilai ABS-SBK bagi Bundo Kanduang di daerah itu, bertempat di Aula Wisma Murni Lubuksikaping, Senin hingga Selasa (29-30/4) ini.

Bimtek yang berlangsung selama dua hari itu mengusung tema "Kita tingkatkan implementasi budaya dalam rangka menopang pendidikan karakter menuju masyarakat Pasaman yang Sejahtera, Agamis dan Berbudaya,".

Kegiatan yang diikuti sebanyak 62 orang perwakilan Bundo Kanduang dari seluruh nagari di daerah itu. Turut hadir selaku narasumber, Ketua LKAM Pasaman A. Dt Basa, Drs. Januarisdi M. Lis, Kabid Kebudayaan Ahmad Bukhari, Drs. Getri AR MM, dan DR. Yulizar Yunus. 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pasaman, Asari yang diwakili oleh Kepala Bidang Kebudayaan Ahmad Bukhari mengatakan bahwa, kegiatan ini dilatar belakangi oleh misi Pemkab Pasaman yakni dalam rangka mewujudkan masyarakat Pasaman yang Sejahtera, Agamis dan Berbudaya khususnya di bidang kebudayaan.

Katanya, ABS SBK merupakan suatu konsep yang sudah lama dideklarasikan oleh para tokoh khususnya Minangkabau pada zaman dahulunya. "Ada berbagai macam versi tentang kapan waktu dideklarasikannya “Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah” sebagai falsafah masyarakat Minangkabau tersebut. Akan tetapi perbedaan versi sejarah tersebut bukanlah suatu hal yang dipertentangkan dan menjadi hambatan untuk mengkaji nilai-nilai luhur kebudayaan Minangkabau," ujarnya. 

Ahmad Bukhari menyampaikan, kegiatan ini sengaja kita laksanakan dengan tujuan dalam rangka menyebarluaskan informasi-informasi tentang kebudayaan yang ada di Kabupaten Pasaman secara khusus, umumnya di Sumatera Barat.

"Kegiatan ini juga dapat mensinergiskan dengan program-program yang ada di provinsi dan nasional sesuai dengan Undang- Undang nomor 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan," ucapnya.

Lebih jauh disampaikannya, dengan kegiatan ini, Bundo Kanduang yang diutus oleh setiap nagari se- Kabupaten Pasaman ini nantinya dapat menyebar luaskan informasi-informasi tentang kebudayaan yang didapat selama kegiatan bimbingan teknis ini.

Pada kegiatan Bimtek tersebut, adapun materi yang disampaikan oleh narasumber seperti, urang nan ampek jinih, memperkuat pelajaran sejarah minangkabau sebagai usaha memperkuat nilai-nilai adat budaya, kebijakan kebudayaan daerah Kabupaten Pasaman tahun 2019, serta peranan dan kedudukan perempuan di mata adat. 

Editor: Anto

  • Whatsapp

Index Berita